Memahami Proses Start Up Komputer

Tuesday, February 24th 2015. | Komputer, Software
Sponsored Links

Pada saat komputer pertama kali dinyalakan, komputer akan melakukan beberapa step dalam urutan yang selalu sama ; pertama ROM BIOS akan melakukan serangkaian test diagnosis untuk memastikan bahwa processor dan memory bekerja dengan baik. Kemudian BIOS akan melakukan pengecekan terhadap beberapa komponen komputer yang lain, termasuk hardisk dan video card. Setelah semua test itu selesai semua, maka BIOS akan menjalankan urutan pertama dari serangkaian program untuk memulai sistim operasi windows.

asus-a7n8x-deluxe-bios-post

Proses tersebut biasa kita kenal dengan nama start up komputer atau boting, dan secara lebih detail proses booting komputer ini terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut :

  1. BIOS menjalankan proses “poweron self test” (POST), selama POST, yaitu melakukan pengetesan terhadap komponen-komponen (hardware komputer).
  2. Komponen yang pertama kali di cek adalah display adapter (yang mempunyai built in test routine sendiri). Pada tahap ini kita bisa melihat layar monitor hanya menampilkan informasi display adapter.
  3. Setelah selesai menjalankan built in routine display adapter, BIOS kembali menjalankan POST di layar monitor.
  4. POST melakukan pengetesan terhadap processor dan menampilkan versi processor ke layar monitor.
  5. Setelah pengecekan processor selesai, kita bisa masuk ke menu BIOS biasanya dengan menekan tombol DEL atau F2 untuk melakukan beberapa setingan yang diperlukan.
  6. Misalkan kita tidak masuk ke menu BIOS, maka proses booting akan berlanjut dengan BIOS melakukan pengecekan terhadap memory yang terinstal.
  7. BIOS kemudian melakukan pengecekan terhadap koneksi hardware seperti harddisk, CD Drive dan Floppy Drive.
  8. Jika koneksi tidak sesuai dengan settingan yang terdapat pada BIOS, maka proses booting akan berhenti dan kita harus kembali masuk ke menu BIOS untuk membetulkanya.
  9. Ketika semua proses diatas sudah terlewati dengan baik, maka BIOS akan menampilkan ringkasan hardware yang terdeteksi ke layar.
  10. BIOS kemudian memanggil “BIOS Operating System Bootstrap Interrupt” yang akan menemukan “bootable disk” dengan mencoba me-load setiap disk yang dikonfigurasi sebagai “botable disk” pada settingan BIOS.
  11. Setelah BIOS menemukan “bootable disk”, kemudian me-load program yang terdapat pada “master boot record (MBR)” dari disk ke dalam memori komputer. Misalkan MBR tersebut terdapat pada partisi yang terinstall system operasi windows xp, maka proses kemudian akan berpindah dari proses “Start Up Computer” ke proses “Start Up Windows”.

Untuk system operasi windows xp, proses star up kurang lebih dapat diuraikan sebagai berikut :

startup_windows_xp

  1. MBR akan me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori (MBR terdapat pada sector partama hardisk).
  2. NTLDR kemudian memindahkan komputer ke “flat memory model” kemudian membaca file BOOT.INI.
  3. Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstal windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
  4. Sebelum me-load windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memori yang disebut NDETEC..COM. file ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDETECT.COM meberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
  5. NTLDR kemudian berusaha me-load versi windows xp yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan fie NTOSKRNL pada folder System 32 yang terdapat pada directory windows xp.

NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah “kernel” setelah kernel tersebut diload ke memory,  NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls windows famous hardware abstraction layer (HAL).

  1. NTOSKRNL kemudian menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah me-load beberapa “low-level system driver”. Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat “core” system operasi windows xp.
  2. Kemudian, windows akan memferifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profil windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
  3. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, pada saat ini tampilan monitor menampilkan “welcome to windows XP boot screen”.
  4. Terakir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “log on secreen”.

Setelah windows selesai menjalankan script dan semua program dan semua layanan yang ditentukan, proses star up windows selesai, desktop windows terlihat bersamaan dengan munculnya wallpaper pilihan anda, dan komputer siap digunakan.

Incoming search terms:

  • pengertian startup dalam komputer
  • pengertian startup pada komputer
  • pengertian starup pada komputer
tags: , , , ,

Related For Memahami Proses Start Up Komputer