Perkembangan Dan Kemajuan Alat Penghitung

Monday, July 11th 2016. | Hardware
Sponsored Links

Perkembangan dan kemajuan berbagai peralatan teknologi infromasi dan komunikasi tidak terlepas dari perkembangan alat hitung, yaitu mulai dari yang cukup sederhana sampai dengan yang rumit seprti misalnya komputer.

ABACUS (Sempoa)

Sempoa atau sipoa atau dekak-dekak adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederhana poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Sempoa digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan , pengurangan, perkalian, pembagian, dan akar kuadrat.

Dalam bahasa inggris, sempoa dikenal dengan nama Abacus. Penggunaan kata abacus sudah dimulai sejak tahun 1387, meminjam kata dalam bahasa Ltin abakos yang berasal dari kata abax yang dalam bahasa yunani berarti “tabel perhitungan”. Dalam bahasa Yunani, kata abax juga berarti tabel untuk menggambar bentuk-bentuk geometris di atas debu atau pasir. Ahli linguistik berspekulasi bahwa kata abax berasal dari kata abaq yang dalam bahasa Ibrani yang berarti “debu”. Pendapat lain mengatakan abacus berasal dari kata abak yang dalam keluarga bahasa Fenisia berarti “pasir”.

Alat ini dianggap sebagai awal mula mesin komputasi yang muncul pada 5000 tahun yang lalu, dan merupakan alat perhitung kuno yang digunakan oleh bangsa Romawi kuno dan Yunani kuno. Abacus pada masa kini dipakai oleh para pedagang untuk menghitung transaksi perdagangan, dan abacus hingga kini masih digunakan di Cina serta beberapa negara di Asia, seiring dengan munculnya pensil dan kertas.

NAPIER’S BONES (Tulang-Tulang NAPIER)

John Napier (1550-16170 Adalah seorang ahli matematika asal Scotlandia yang mengubah bentuk perkalian yang dirasakan membosankan ke bentuk penjumlahan. Ia membuat tongkat-tongkat dari tulang dan arena bentuknya yang memanjang dan menyerupai tulang untuk perkalian sehingga dikenal dengan Napier’s Bone (Tulang-tulang Napier).

Mistar Geser

William Oughred (1514-1660), seorang ahli matematika Inggris yang menemukan lambang “X” untuk perkalian, “:” untu perbandingan. Oughtred mengenalkan lambang “X” dalam bukunya yang berjudul “Clavis Mathematicae”. William Oughtred juga menuliskan 150 lambang matematika. Serta menciptakan Mistar Geser di tahun 1622.

Alat ini pengembangan dari Tulang Napier yang sudah ada, dengan dilengkapi hasil operasi perhitungan perkalian dan pembagian dengan penambahan dan pengurangan.

Kalkulator Roda Numerik

Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), seorang ahli matematika dari Perancis, yang ada pada waktu itu berumur 18 tahun telah menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator). Ketika itu, benda buatan Pascal ini sengaja ia buat untuk membantu ayahnya dengan berbagai perhitungan yang diperlukan dalam perhitungannya sebagai Inspektur pajak. Mesin ini kemudian diberi nama “Arithmatique” atau “Pasxaline” menggunakan delapan roda putar bergerigi yang digunakan untuk menjumlahan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Mesin buatan Pascal ini merupakan salah satu mesin pertama di dunia yang menambahkan mekanik di dalamnya. Kelemahan alat ini adalah haya terbatas untuk melakukan penjumlahan saja.

Kalkulator Roda Mekanik 2

Tahun 1694 seorang matematikawan dan fisuf Jerman “Gonttfred Withem Vori Leibniz” (1646-1716) telah memperbaii Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda bergirigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer.

Kalkulator Mekanik(ArithoMeter)

Kemudian pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles aritmatika dasar. Kalkulator Xavie Thomas de Colmar yang diberi nama arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebi praktis dalam kalkulasi, karena,

Incoming search terms:

  • alat penghitung komputer adalah
tags: , ,

Related For Perkembangan Dan Kemajuan Alat Penghitung